Senin, 02 Juli 2018

Ringkasan Analisis Laporan Keuangan Pengantar Akuntansi 2


TUGAS KELOMPOK
RINGKASAN MATERI
ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntasi 2
Dosen : Sudaryono, Dr



Disusun Oleh :
1.      Agiv Shafira                      (1DD03)
2.      Evi Hafidoh                      (1DF03)
3.      Nia Lusiana Dewi             (1DD03)
4.      Nurjanah                           (1DF03)
5.      Refo Handika Setiawan    (1DD03)


D3 MANAJEMEN KEUANGAN DAN D3 MANAJEMEN PEMASARAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN

Pokok Pembahasan:
·         Definisi Analisis Laporan Keuangan
·         Metode Pembandingan Ratio Financial
·         Jenis – jenis rasio keuangan
·         Tujuan Analisis Rasio Keuangan
·         Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

A.    Definisi Analisis Rasio Laporan Keuangan
Analisis rasio keuangan adalah membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan  untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja manajemen dalam suatu periode tertentu. 
Menurut James C Van Horne dikutip dari kasmir (2008:104) :  definisi rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Sedangkan menurut Mamduh M. Hanafi (2009:5) bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan, tingkat kesehatan dan tingkat resiko suatu perusahaan dengan menghitung data rasio-rasio keuangan perusahaan.
Sehingga dalam melakukan analisis keuangan akan tergantung pada tiga laporan keuangan perusahaan yaitu:
(1) Neraca,
(2) Laporan Laba Rugi dan
(3) Laporan Aliran Kas
B.     Metode Pembandingan Ratio Financial
Pada dasarnya ada dua cara yang dapat dilakukan di dalam membandingkan ratio finansial yaitu:
1.      Time series analysis
Adalah suatu cara mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat bersamaan. Jadi, pendekatan ini di maksudkan untuk mengetahui seberapa baik atau buruk suatu perusahaan di bandingkan dengan perusahaan sejenisnya. Perbandingan dengan cara cross sectional approach ini juga dilakukan dengan jalan membandingkan rasio finansial perusahaan dengan rasio rata-rata industri.
2.      Cross sectional approach.
Adalah suatu cara mengevaluasi dengan cara membandingkan rasio keuangan dari waktu ke waktu (trend analysis). Perbandingan antara rasio yang dicapai saat ini dengan rasio-rasio pada masa lalu akan memperlihatkan apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran.

C.    Jenis-Jenis Rasio Keuangan 
Menurut Rahardjo (2007 : 104) rasio keuangan perusahaan diklasifikasikan menjadi lima kelompok, yaitu :  
·         Rasio Likuiditas (liquidity ratios), yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.  
·         Rasio Solvabilitas (leverage atau solvency ratios), yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang.  
·         Rasio Aktivitas (activity ratios), yang menunjukkan tingkat efektifitas penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan.  
·         Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas (profitability ratios), yang menunjukka tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva. 
·         Rasio Investasi (investment ratios), yang menunjukkan rasio investasi dalam surat berharga atau efek, khususnya saham dan obligasi. 

1.      Rasio Likuiditas 
Fred Weston dikutip dari Kasmir (2008:129):  menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.  
Dalam rasio-rasio likuiditas, analisa dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut: 
a.       Rasio Lancar (Current Ratio) 
Rasio lancar merupakan rasio untuk  mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.
                        Aktiva  Lancar
Current ratio = ----------------------- x 100%
                        Hutang  Lancar


 




b.      Rasio Cepat (Quick Ratio atau Acid Test Ratio) 
Rasio  cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
                      Aktiva  Lancar −Persediaan
Quick Ratio = --------------------------------- x 100%
                            Hutang  Lancar

 

                     


2.      Rasio Aktivitas 
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi / efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya.  
Dalam analisa aktivitas rasio yang digunakan adalah: 
a.       Rasio Perputaran Persediaan (Inventory turnover ratio) 
Rasio perputaran persediaan, mengukur aktivitas atau likuiditas dari persediaan perusahaan.  Rumusnya
                                    Harga  Pokok  Penjualan
Inventory Turn-over = --------------------------------- x 1 kali
                                                Persediaan

 

  
                                               

b.      Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turn Over Ratio) 
Perputaran total aktiva menunjukkan efisiensi dimana perusahaan menggunakan seluruh aktivanya untuk menghasilkan penjualan. 
                                                Penjualan
Total Asset Turn-over = ----------------------- x 1 kali
                                                Modal  Aktiva


 

                                     
3.      Rasio Solvabilitas  
Menurut Fred Weston dikutip dari Kasmir (150:2008),  
Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panajang apabila perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Rasio yang digunakan adalah:  
a.       Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio) Rasio ini mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumusnya dibawah ini
                                  Total  hutang
Debt to assets ratio = ----------------------- x 100%
                                  Modal  Aktiva


 




b.      Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio) Rasio ini menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik  perusahaan, guna mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditor dengan pemilik perusahaan. 
Total  hutang
Debt to equity ratio = ----------------------- x 100%
                                  Modal  Sendiri


 





4.      Rasio Profitabilitas  
Menurut Sofyan Safri Harahap (2008:304),  “Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan mendapatkan laba  melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya”.
a.        Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) 
Margin laba kotor adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjulan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.

                                      Laba Kotor
Gross Profit Margin = ----------------------- x 100%
                                         Penjualan



b.      Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin) 
Margin laba operasi adalah ukuran  persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.


                                      Laba  setelah  pajak
Operating Profit Margin = ----------------------- x 100%
                                             Penjualan

 






c.       Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) 
Margin laba bersih adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak. 
                             
     Laba  setelah  pajak
Net Profit Margin = ----------------------- x 100%
                                   Penjualan

 



D.    Tujuan Analisis Rasio Keuangan
Tujuan melakukan analisis keuangan adalah ;

1.      Analisis keuangan dilakukan apabila seseorang / perusahaan ingin melakukan investasi pada saham.
2.      Analisis keuangan dilakukan apabila akan memberikan kredit kepada suatu perusahaan.
3.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan supplier.
4.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan customer / pelanggan.
5.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan ditinjau dari segi karyawannya.
6.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan perusahaan kepada pemerintah. Atau menentukan tingkat keuntungan yang wajar suatu industri.
7.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat perkembangan perusahaan untuk kepentingan evaluasi.
8.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kekuatan keuangan pesaing/ kompetitor (positioning).
9.      Analisis keuangan dilakukan untuk menentukan besarnya tingkat kerusakan yang dihadapi perusahaan.
E.     Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
1.      Sering  kali  sulit  dalam  mengidentifikasi  kategori  industri  dari perusahaan yang beroperasi dalam berbagai jenis bidang usaha.
2.      Angka rata-rata industri yang diterbitkan sering hanya merupakan perkiraan saja dan hanya memberikan panduan umum.
3.      Perbedaan praktik akuntansi pada masing-masing perusahaan dapat menghasilkan perbedaan angka rasio yang diperoleh.
4.      Angka rasio keuangan dapat menjadi terlalu tinggi atau terlalu randah
5.      Rata-rata industry mungkin tidak memberikan target rasio norma yang diinginkan
6.      Banyak perusahaan banyak mengalami situasi musiman dalam kegiatan operasinya. Jadi pos neraca dan rasio akan berubah sepanjang tahun saat laporan disampaikan.
                                                                                                            









SOAL – SOAL ANALISIS RASIO KEUANGAN
1.       Apa yang dimaksud dengan Analisa laporan keuangan:
a.       membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan  untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja manajemen dalam suatu periode tertentu. 
b.        Perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode tertentu.
c.       Proses untuk membandingkan suatu laporan keuangan dengan laporan keuangan lainnya.
d.       Proses pengambilan keputusan.
Jawaban A
2.       Apa tujuan dari menganalisis laporan keuangan:
a.       Untuk mengetahui rasio laporan keuangan.
b.       Untuk menjelaskan keadaan suatu perusahaan, mengalami kerugian atau sedang dalam posisi menguntungkan dalam suatu periode.
c.       Untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.
d.       Untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa lampau.
Jawaban C
3.       Apa pengertian dari Analisa rasio keuangan:
a.    Perbandingan antara dua/tiga data laporan keuangan dalam satu periode tertentu.
b.    Perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode tertentu.
c.    Membandingkan benar atau tidaknya suatu laporan keuangan.
d.    Membanding dua laporan keuangan dalam satu perusahaan.
Jawaban B
4.      Tujuan dari Analisa rasio keuangan adalah untuk:
a.       Memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ketahun.
b.        Memberikan suatu bukti dari benar atau tidaknya suatu laporan keuangan.
c.       Untuk menjelaskan posisi kas dalam laporan keuangan.
d.       Untuk mengetahui rasio laporan keuangan.
Jawaban A

5.       Jenis-jenis analisa rasio keuangan adalah, kecuali:
a.       Rasio Likuiditas
b.       Rasio Solvabilitas
c.       Rasio Profitabilitas
d.       Rasio Index
Jawaban D
6.       Apa kegunaan dari Rasio Likuiditas, yaitu untuk:
a.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang).
b.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
c.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.
d.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui hutang-hutang suatu perusahaan.
Jawaban C
7.       Ada 3 (tiga) macam Rasio Likuiditas yang digunakan, yaitu kecuali:
a.       Current Ratio
b.       Flow Ratio
c.       Acid Test Ratio
d.       Cash Position Ratio
Jawaban B
8.       Apa kegunaan dari Rasio Solvabilitas, yaitu untuk:
a.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
b.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang).
c.        Mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui hutang-hutang suatu perusahaan.
d.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.
Jawaban B

10.   Ada 4 (empat) Rasio Solvabilitas yang digunakan. Berikut yang bukan ialah:
a.       Total Debt To Equity Ratio
b.        Total Debt To Total Assets Ratio
c.       Long Term Debt To Equity
d.       Long Term Debt To Total Ratio
Jawaban D
11.   Apa kegunaan dari Rasio Profitabilitas, yaitu untuk:
a.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.
b.        Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang).
c.        Mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui hutang-hutang suatu perusahaan.
d.       Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
Jawaban D
12.   Ada 4 (empat) rasio profitabilitas yang digunakan. Berikut yang bukan ialah:
a.       Net Profit Assets
b.       Return On Equity
c.       Return On Assets
d.       Net Profit Margin
Jawaban A
13. Berikut yang bukan merupakan jenis-jenis dari laporan keuangan ialah:
a.       Neraca
b.       Laporan Laba Rugi
c.       Buku Besar
d.       Laporan Perubahan Modal
Jawaban C
13.   Sebelum menganalisa terhadap suatu laporan keuangan, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penganalisa adalah:
a.       Benar-benar memahami laporan keuangan tersebut.
b.       Dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut.
c.       Mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.
d.       Semua jawaban diatas benar.
Jawaban D
14.   Berdasarkan sumber datanya maka angka rasio dapat dibedakan antara, kecuali:
a.       Rasio-rasio Neraca
b.       Rasio-rasio Arus Kas
c.       Rasio-rasio Laporan Laba Rugi
d.       Rasio-rasio Antar Laporan
Jawaban B
15.   Apa yang dimaksud dengan analisa horisontal:
a.       Adalah analisa yang menggunakan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya.
b.       Adalah apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi suatu periode atau satu saat saja.
c.       Adalah teknik analisa dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.
d.        Semua jawaban diatas salah.
Jawaban A
16.   Neraca suatu perusahaan yaitu kas Rp 25.000.00, piutang dagang Rp 75.000.000, barang dagang Rp 200.000.000. Jumlah utang dagang, wesel bunga dan pajak sebesar Rp 255.000.000 yang tertera dengan jelas. Hitunglah quick ratio perusahaan tersebut!
a.       0,39
b.       0,49
c.       0,50
d.       0,29
Jawaban A
17.  Berikut ini yang tidak termasuk kedalam aktiva lancar adalah.....
a.       Kas
b.      Piutang
c.       Deposito berjangka
d.      Giro
Jawaban D
18.  Neraca perusahaan Medica adalah sebagai berikut:
-          Saham Rp 420.000.000
-          Laba ditahan Rp 145.000.000
-          Kas Rp 25.000.000
-          Piutang dagang Rp 75.000.000
-          Barang dagangan Rp 200.000.000
-          Mesin Rp 250.000.000
-          Bangunan Rp 350.000.000
-          Tanah Rp 100.000.000
-          Obligasi Rp 180.000.000
Berapakah rasio modal aktiva nya?
a.       0,564
b.      0,563
c.       0,565
d.      0,562
Jawaban C
19.  Rumus aktiva yang benar adalah.......
a.       Aktiva = kewajiban + modal
b.      Aktiva = Aset + ekuitas
c.       Aktiva = modal + aset
d.      Aktiva = kewajiban + piutang
Jawaban A
20.  Dibawah ini yang termasuk komponen laporan laba rugi adalah, kecuali.....
a.       Penjualan (pendapatan)
b.      Harga pokok penjualan
c.       Pembelian
d.      Laba kotor
Jawaban C

DAFTAR PUSTAKA
Kasmir, 2008,  Analisis Laporan Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.

Irawati Susan, 2005, Manajemen Keuangan, Pustaka, Bandung

Rahardjo, Budi, 2007, Keuangan dan Akuntansi, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.