TUGAS KELOMPOK
RINGKASAN MATERI
ANALISIS RASIO LAPORAN
KEUANGAN
Diajukan Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntasi 2
Dosen : Sudaryono, Dr
Disusun Oleh :
1.
Agiv Shafira (1DD03)
2.
Evi Hafidoh (1DF03)
3.
Nia Lusiana Dewi (1DD03)
4.
Nurjanah (1DF03)
5.
Refo Handika
Setiawan (1DD03)
D3
MANAJEMEN KEUANGAN DAN D3 MANAJEMEN PEMASARAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
ANALISIS RASIO LAPORAN
KEUANGAN
Pokok Pembahasan:
·
Definisi Analisis
Laporan Keuangan
·
Metode Pembandingan
Ratio Financial
·
Jenis – jenis rasio
keuangan
·
Tujuan Analisis Rasio Keuangan
·
Keterbatasan
Analisis Rasio Keuangan
A.
Definisi Analisis Rasio Laporan Keuangan
Analisis rasio keuangan adalah membandingkan
angka-angka yang ada dalam laporan keuangan untuk mengetahui posisi
keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja manajemen dalam suatu periode
tertentu.
Menurut James C Van Horne dikutip dari kasmir
(2008:104) : definisi rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan
dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka
lainnya. Sedangkan menurut Mamduh M. Hanafi
(2009:5) bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan, tingkat kesehatan dan
tingkat resiko suatu perusahaan dengan menghitung data rasio-rasio keuangan
perusahaan.
Sehingga dalam melakukan analisis keuangan akan tergantung
pada tiga laporan keuangan perusahaan yaitu:
(1) Neraca,
(2) Laporan Laba Rugi dan
(3) Laporan Aliran Kas
(1) Neraca,
(2) Laporan Laba Rugi dan
(3) Laporan Aliran Kas
B.
Metode Pembandingan Ratio Financial
Pada dasarnya ada
dua cara yang dapat dilakukan di dalam membandingkan ratio finansial yaitu:
1. Time series analysis
Adalah
suatu cara mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio antara
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat
bersamaan. Jadi, pendekatan ini di maksudkan untuk mengetahui seberapa baik
atau buruk suatu perusahaan di bandingkan dengan perusahaan sejenisnya.
Perbandingan dengan cara cross sectional approach ini juga dilakukan dengan
jalan membandingkan rasio finansial perusahaan dengan rasio rata-rata industri.
2. Cross sectional approach.
Adalah
suatu cara mengevaluasi dengan cara membandingkan rasio keuangan dari waktu ke
waktu (trend analysis). Perbandingan antara rasio yang dicapai saat ini dengan
rasio-rasio pada masa lalu akan memperlihatkan apakah perusahaan mengalami
kemajuan atau kemunduran.
C.
Jenis-Jenis Rasio Keuangan
Menurut Rahardjo (2007 : 104) rasio keuangan perusahaan
diklasifikasikan menjadi lima kelompok, yaitu :
·
Rasio Likuiditas (liquidity ratios), yang
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
·
Rasio Solvabilitas (leverage atau solvency
ratios), yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang.
·
Rasio Aktivitas (activity ratios), yang
menunjukkan tingkat efektifitas penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan.
·
Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas
(profitability ratios), yang menunjukka tingkat imbalan atau perolehan
(keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva.
·
Rasio Investasi (investment ratios), yang
menunjukkan rasio investasi dalam surat berharga atau efek, khususnya saham dan
obligasi.
1.
Rasio Likuiditas
Fred
Weston dikutip dari Kasmir (2008:129): menyebutkan bahwa rasio likuiditas
(liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.
Dalam rasio-rasio likuiditas, analisa dapat dilakukan
dengan menggunakan rasio sebagai berikut:
a.
Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar merupakan rasio untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang
segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.
|
Aktiva Lancar
Current ratio =
----------------------- x 100%
Hutang
Lancar
|
b.
Rasio Cepat (Quick Ratio atau Acid Test
Ratio)
Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva
lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
|
Aktiva Lancar −Persediaan
Quick Ratio = ---------------------------------
x 100%
Hutang Lancar
|
2.
Rasio
Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur efisiensi / efektivitas perusahaan dalam menggunakan
aktiva yang dimilikinya.
Dalam analisa aktivitas rasio yang
digunakan adalah:
a. Rasio Perputaran Persediaan
(Inventory turnover ratio)
Rasio perputaran persediaan,
mengukur aktivitas atau likuiditas dari persediaan perusahaan. Rumusnya
|
Harga
Pokok Penjualan
Inventory Turn-over = ---------------------------------
x 1 kali
Persediaan
|
b. Rasio Perputaran Total Aktiva (Total
Asset Turn Over Ratio)
Perputaran
total aktiva menunjukkan efisiensi dimana perusahaan menggunakan seluruh
aktivanya untuk menghasilkan penjualan.
|
Penjualan
Total
Asset Turn-over = ----------------------- x 1 kali
Modal Aktiva
|
3. Rasio Solvabilitas
Menurut
Fred Weston dikutip dari Kasmir (150:2008),
Rasio
Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva
perusahaan dibiayai dengan utang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk
membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panajang
apabila perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Rasio yang digunakan adalah:
a.
Rasio
Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio) Rasio ini mengukur seberapa
besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar hutang
perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumusnya dibawah ini
|
Total hutang
Debt
to assets ratio = ----------------------- x 100%
Modal Aktiva
|
b. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total
Debt to Equity Ratio) Rasio ini menunjukkan hubungan antara jumlah utang
jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik
perusahaan, guna mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditor dengan
pemilik perusahaan.
|
Total hutang
Debt
to equity ratio = ----------------------- x 100%
Modal Sendiri
|
4. Rasio Profitabilitas
Menurut
Sofyan Safri Harahap (2008:304), “Rasio profitabilitas adalah kemampuan
perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada
seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan
sebagainya”.
a. Margin Laba Kotor (Gross
Profit Margin)
Margin
laba kotor adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjulan sesudah
perusahaan membayar harga pokok penjualan.
|
Laba Kotor
Gross
Profit Margin = ----------------------- x 100%
Penjualan
|
b. Margin Laba Operasi (Operating
Profit Margin)
Margin
laba operasi adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan
sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak,
atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.
|
Laba setelah
pajak
Operating
Profit Margin = ----------------------- x 100%
Penjualan
|
c. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)
Margin
laba bersih adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah
dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.
|
Laba setelah pajak
Net
Profit Margin = ----------------------- x 100%
Penjualan
|
D.
Tujuan
Analisis Rasio Keuangan
Tujuan melakukan
analisis keuangan adalah ;
1.
Analisis
keuangan dilakukan apabila seseorang / perusahaan ingin melakukan investasi
pada saham.
2.
Analisis
keuangan dilakukan apabila akan memberikan kredit kepada suatu perusahaan.
3.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan supplier.
4.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan customer / pelanggan.
5.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kesehatan perusahaan ditinjau dari
segi karyawannya.
6.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan perusahaan
kepada pemerintah. Atau menentukan tingkat keuntungan yang wajar suatu
industri.
7.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat perkembangan perusahaan untuk
kepentingan evaluasi.
8.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan tingkat kekuatan keuangan pesaing/
kompetitor (positioning).
9.
Analisis
keuangan dilakukan untuk menentukan besarnya tingkat kerusakan yang dihadapi
perusahaan.
E. Keterbatasan
Analisis Rasio Keuangan
1. Sering kali
sulit dalam mengidentifikasi kategori
industri dari perusahaan yang
beroperasi dalam berbagai jenis bidang usaha.
2. Angka rata-rata industri yang
diterbitkan sering hanya merupakan perkiraan saja dan hanya memberikan panduan
umum.
3. Perbedaan praktik akuntansi pada
masing-masing perusahaan dapat menghasilkan perbedaan angka rasio yang
diperoleh.
4. Angka rasio keuangan dapat menjadi
terlalu tinggi atau terlalu randah
5. Rata-rata industry mungkin tidak
memberikan target rasio norma yang diinginkan
6. Banyak perusahaan banyak mengalami
situasi musiman dalam kegiatan operasinya. Jadi pos neraca dan rasio akan
berubah sepanjang tahun saat laporan disampaikan.
SOAL – SOAL ANALISIS
RASIO KEUANGAN
1.
Apa yang dimaksud dengan Analisa laporan keuangan:
a.
membandingkan angka-angka yang ada dalam
laporan keuangan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta
menilai kinerja manajemen dalam suatu periode tertentu.
b. Perbandingan antara dua/kelompok data laporan
keuangan dalam satu periode tertentu.
c. Proses
untuk membandingkan suatu laporan keuangan dengan laporan keuangan lainnya.
d. Proses
pengambilan keputusan.
Jawaban A
2.
Apa tujuan dari menganalisis laporan keuangan:
a. Untuk mengetahui rasio
laporan keuangan.
b. Untuk menjelaskan
keadaan suatu perusahaan, mengalami kerugian atau sedang dalam posisi
menguntungkan dalam suatu periode.
c. Untuk
menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan
kinerja perusahaan pada masa mendatang.
d. Untuk
menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan
kinerja perusahaan pada masa lampau.
Jawaban C
3. Apa
pengertian dari Analisa rasio keuangan:
a. Perbandingan
antara dua/tiga data laporan keuangan dalam satu periode tertentu.
b. Perbandingan
antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode tertentu.
c. Membandingkan
benar atau tidaknya suatu laporan keuangan.
d. Membanding
dua laporan keuangan dalam satu perusahaan.
Jawaban B
4. Tujuan
dari Analisa rasio keuangan adalah untuk:
a. Memberi
gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ketahun.
b. Memberikan suatu bukti dari benar atau tidaknya
suatu laporan keuangan.
c. Untuk
menjelaskan posisi kas dalam laporan keuangan.
d. Untuk mengetahui rasio
laporan keuangan.
Jawaban A
5. Jenis-jenis
analisa rasio keuangan adalah, kecuali:
a. Rasio
Likuiditas
b. Rasio
Solvabilitas
c. Rasio
Profitabilitas
d. Rasio
Index
Jawaban D
6.
Apa kegunaan dari Rasio Likuiditas, yaitu
untuk:
a. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang
jangka pendek dan hutang jangka panjang).
b. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
c. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.
d. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk mengetahui hutang-hutang suatu perusahaan.
Jawaban C
7.
Ada 3 (tiga) macam Rasio Likuiditas yang
digunakan, yaitu kecuali:
a.
Current Ratio
b.
Flow Ratio
c.
Acid Test Ratio
d.
Cash Position Ratio
Jawaban B
8.
Apa kegunaan dari Rasio Solvabilitas, yaitu
untuk:
a. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
b. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang
jangka pendek dan hutang jangka panjang).
c. Mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui
hutang-hutang suatu perusahaan.
d. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.
Jawaban B
10.
Ada 4 (empat) Rasio Solvabilitas yang digunakan.
Berikut yang bukan ialah:
a. Total
Debt To Equity Ratio
b. Total Debt To Total Assets Ratio
c. Long
Term Debt To Equity
d. Long
Term Debt To Total Ratio
Jawaban D
11.
Apa kegunaan dari Rasio Profitabilitas,
yaitu untuk:
a. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.
b. Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka
panjang).
c. Mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui
hutang-hutang suatu perusahaan.
d. Mengukur
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
Jawaban D
12.
Ada 4 (empat) rasio profitabilitas yang
digunakan. Berikut yang bukan ialah:
a.
Net Profit Assets
b.
Return On Equity
c.
Return On Assets
d.
Net Profit Margin
Jawaban A
13. Berikut yang bukan merupakan
jenis-jenis dari laporan keuangan ialah:
a. Neraca
b. Laporan
Laba Rugi
c. Buku Besar
d. Laporan
Perubahan Modal
Jawaban C
13.
Sebelum menganalisa terhadap suatu laporan
keuangan, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penganalisa adalah:
a. Benar-benar
memahami laporan keuangan tersebut.
b. Dapat
menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan
keuangan tersebut.
c. Mengetahui
latar belakang dari data keuangan tersebut.
d. Semua
jawaban diatas benar.
Jawaban D
14.
Berdasarkan sumber datanya maka angka rasio dapat
dibedakan antara, kecuali:
a. Rasio-rasio
Neraca
b. Rasio-rasio
Arus Kas
c. Rasio-rasio
Laporan Laba Rugi
d. Rasio-rasio
Antar Laporan
Jawaban B
15.
Apa yang dimaksud dengan analisa horisontal:
a.
Adalah analisa yang menggunakan laporan keuangan
untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui
perkembangannya.
b.
Adalah apabila laporan keuangan yang dianalisa
hanya meliputi suatu periode atau satu saat saja.
c.
Adalah teknik analisa dengan cara membandingkan
laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.
d.
Semua jawaban diatas salah.
Jawaban A
16.
Neraca suatu perusahaan yaitu kas Rp
25.000.00, piutang dagang Rp 75.000.000, barang dagang Rp 200.000.000. Jumlah
utang dagang, wesel bunga dan pajak sebesar Rp 255.000.000 yang tertera dengan
jelas. Hitunglah quick ratio perusahaan tersebut!
a. 0,39
b. 0,49
c. 0,50
d. 0,29
Jawaban
A
17. Berikut
ini yang tidak termasuk kedalam aktiva lancar adalah.....
a.
Kas
b.
Piutang
c.
Deposito berjangka
d.
Giro
Jawaban
D
18. Neraca
perusahaan Medica adalah sebagai berikut:
-
Saham Rp 420.000.000
-
Laba ditahan Rp 145.000.000
-
Kas Rp 25.000.000
-
Piutang dagang Rp 75.000.000
-
Barang dagangan Rp 200.000.000
-
Mesin Rp 250.000.000
-
Bangunan Rp 350.000.000
-
Tanah Rp 100.000.000
-
Obligasi Rp 180.000.000
Berapakah rasio modal aktiva nya?
a.
0,564
b.
0,563
c.
0,565
d.
0,562
Jawaban
C
19. Rumus
aktiva yang benar adalah.......
a.
Aktiva = kewajiban + modal
b.
Aktiva = Aset + ekuitas
c.
Aktiva = modal + aset
d.
Aktiva = kewajiban + piutang
Jawaban
A
20. Dibawah
ini yang termasuk komponen laporan laba rugi adalah, kecuali.....
a.
Penjualan (pendapatan)
b.
Harga pokok penjualan
c.
Pembelian
d.
Laba kotor
Jawaban
C
DAFTAR
PUSTAKA
Kasmir, 2008, Analisis
Laporan Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.
Irawati Susan, 2005, Manajemen Keuangan, Pustaka, Bandung
Rahardjo, Budi, 2007, Keuangan dan Akuntansi, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
